Umat Kristen yang berduka melakukan doa, bernyanyi dan bertepuk tangan dalam ibadah Paskah hari Minggu (5/4) di gereja Katolik di Garissa, sebuah kota di Kenya di mana ekstremis Islam membunuh 148 orang dalam serangan terhadap sebuah universitas.

Kantor berita Associated Press melaporkan, pasukan keamanan berpatroli di sekeliling Gereja Our Lady of Consolation, yang diserang oleh militan beberapa tahun lalu. Dalam serangan itu, granat-granat dilempar ke dalam gedung itu, ledakannya melontarkan pecahan logam ke dalam ruangan, mencederai beberapa jamaah. Serangan pada hari yang sama terjadi di gereja Garissa lainnya menewaskan lebih dari duabelas orang.

Ibadah hari Minggu (5/4) itu sarat dengan emosi bagi ratusan umat Kristen minoritas di Garissa, yang cemas setelah serangan al-Shabab, kelompok ekstremis Islam yang berbasis di Somalia. Sekelompok orang bersenjata menyerang Garissa University College, hari Kamis (2/4) dengan tujuan membunuh warga yang beragama Kristen.

sumber : VOA

Translate »