Sekelompok orang bersenjata dilaporkan menyerang sebuah geraja Kristen di Quetta, Pakistan selatan. Para pelaku langsung bergegas masuk saat Kebaktian hari Minggu akan dimulai, meledakkan bom dan melepaskan tembakan ke jamaah gereja.

Menurut Wakil Komisaris polisi Quetta, Wakil Komisaris Quetta Farukh Atiq, mengatakan serangan yang diikuti oleh ledakan itu menewaskan sedikitnya lima orang dan melukai 16 lainnya.

Menteri Dalam Negeri provinsi Balochistan, Sarfaraz Bugti mengatakan bahwa serangan tersebut tampaknya menargetkan gereja sebuah komunitas Kristen. Ia menambahkan bahwa seorang pembom bunuh diri meledakkan dirinya di pintu masuk gereja saat dihentikan oleh petugas keamanan sementara yang lain berhasil masuk ke dalam gereja.




Area ledakan telah ditutup oleh polisi, dengan penegak hukum saling bertukar tembakan dengan para pelaku.

Menurut pernyataan resmi Kementerian Kesehatan, sebuah keadaan darurat telah diumumkan di rumah sakit umum setempat.

“Semua staf dokter dan paramedis harus waspada dan harus menggunakan semua sumber daya yang ada untuk memberikan fasilitas perawatan kesehatan yang tepat bagi yang terluka,” bunyi pernyataan tersebut seperti dilansir dari Sputnik, Minggu (17/12/2017).

Menurut saluran Geo TV, mengutip sumber polisi setempat, ledakan tersebut diyakini merupakan serangan bunuh diri.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri telah mengutuk serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan pengecut. Pihak kementerian pun menekankan komitmen pemerintah Pakistan untuk memerangi terorisme.

sumber : sindonews.com

Translate »