PASKAH telah tiba. Dan salah satu benda yang identik dengan perayaan wafatnya Yesus Kristus ini adalah telur. Telur merupakan simbol dari kelahiran dan kehidupan. Ini senada dengan perayaan Paskah yang bagi umat Kristen, menandakan kelahiran kembali Yesus Kristus.

Paskah memang telah dirayakan dengan ragam tradisi di berbagai belahan dunia selama berabad-abad. Salah satu tradisi Paskah tertua yang masih eksis hingga kini adalah menghias telur.

Menurut laman History yang dilansir CNN Indonesia, telur Paskah hias umum diberikan sebagai hadiah oleh kalangan bangsawan dan elite sosial pada awal abad ke-19. Dekorasi telur Paskah pun beragam, mulai dari lilin dan cat warna-warni bahkan hingga emas permata.

Di antara telur bertahta emas permata yang ada, telur Faberge adalah satu yang terpopuler sepanjang sejarah dunia. Telur nan mewah itu dirancang oleh Peter Carl Faberge dan perusahaannya pada tahun 1885 hingga 1917.

Telur Faberge pertama dibuat pada 1885 untuk Tsar Rusia Alexander III. Saat itu, sang kaisar mempersembahkan telur Paskah itu untuk istrinya tercinta, Ratu Maria Fedorovna, sebagai hadiah ulang tahun pernikahan ke-20 mereka.

Dikenal dengan sebutan Hen Egg, telur Faberge pertama terbuat dari emas. Jika dibuka, lapisan cangkangnya yang berwarna putih menyingkap kejutan pertama yang tersimpan di dalamnya, yakni berupa kuning telur berwarna emas pekat.

Kejutan telur indah itu belum usai. Selanjutnya, ayam betina dengan sapuan aneka ragam warna emas tersimpan di dalam kuning telur. Ayam betina itu berisi replika mahkota berlian kekaisaran yang bermatakan sebuah liontin rubi berukuran kecil.

Ratu Maria amat terkesan dengan hadiah telur Faberge tersebut. Sejak saat itu, Faberge ditugaskan untuk mencipta telur Paskah hingga bertahun-tahun kemudian. Sampai sebelas tahun berlalu, Tsar Alexander III wafat. Namun, tradisi itu dilanjutkan oleh putranya, Nicholas II.

Sepeninggal Tsar Alexander III, Nicholas II mempersembahkan telur Faberge untuk ibu dan istrinya, Alexandra Fedorovna. Pada saat itu, disetujui bahwa hadiah Paskah harus selalu berbentuk telur dan menyimpan kejutan. Telur-telur Faberge untuk kerajaan dikenal dengan Imperial Faberge.

Selain untuk kalangan kerajaan, Faberge juga membuat telur serupa untuk klien pribadi di antaranya Duchess of Marlborough, keluarga Rothschild, dan keluarga Yusupov. Faberge juga membuat seri tujuh telur untuk industrialis Alexander Kelch.

Telur Imperial Faberge dibuat setiap tahun kecuali pada 1904 dan 1905 saat perang antara Rusia dan Jepang. Totalnya, The House of Faberge membuat sekitar 50 telur. Sebanyak 43 di antaranya masih tersimpan hingga kini di tangan kolektor pribadi maupun institusi di seluruh dunia.

Meski demikian, bisnis keluarga Faberge telah lenyap. Hak untuk menggunakan nama Faberge bahkan dijual oleh keturunannya seharga US$ 25 ribu saja pada 1951 silam. Selama beberapa dekade terakhir, nama bersejarah tersebut berpindah-pindah tangan ke sejumlah perusahaan.

Akhirnya pada 2007, atau 90 tahun sejak telur Imperial Faberg terakhir selesai dibuat, sebuah konsorsium yang diprakarsai oleh cicit-cicit Peter Carl Faberge mengklaim kembali nama tersebut.

Begitu populer dan mewah, telur legendaris ini juga pernah muncul dalam layar lebar. Pada 1983 dalam film James Bond berjudul Octopussy, telur Faberge dijadikan objek pertaruhan lelang antara Bond dan Kamal Khan.

Pada 2004, telur itu juga masuk ke dalam film Ocean’s 12 di mana Dany Ocean dan krunya diceritakan harus mencuri telur Russian Imperial Coronation.

sumber : KalTengPos

Translate »