Bacaan: Amsal 23:12 “Arahkanlah perhatianmu kepada didikan, dan telingamu kepada kata-kata pengetahuan.”

Renungan:
Dalam kunjungan ke kota New York baru-baru ini, saya bersama istri ingin menikmati malam yang bersalju. Kami pun menyewa taksi untuk membawa kami ke sebuah restoran Kuba yang berjarak sekitar 5 km dari hotel.




Setelah memasukkan alamat ke aplikasi pemesanan taksi, saya terbelalak melihat tarif untuk jarak sependek itu: Rp. 22.340.887. Setelah beberapa saat, saya baru sadar telah memasukkan alamat rumah kami yang jaraknya ratusan kilometer dari sana sebagai tujuan!

Dengan informasi yang salah, apa yang kamu kerjakan pasti akan berantakan. Itulah sebabnya Amsal mendorong kita untuk mengarahkan “perhatian [kita] kepada didikan, dan telinga [kita] kepada kata-kata pengetahuan”—yakni hikmat Allah (Ams. 23:12). Jika kita meminta nasihat dari orang bodoh dan bebal, yaitu mereka yang bersikap sok tahu dan mengabaikan Allah, kita pasti akan mendapat masalah. Mereka akan “meremehkan [kata-kata] yang bijak” dan bisa membuat kita tersesat dengan saran yang tidak bermanfaat, keliru, bahkan menipu (ay.9).

Karena itu, lebih baik kita mencondongkan “telinga [kita] kepada kata-kata pengetahuan” (ay.12). Bukalah hati untuk menerima petunjuk Allah yang memberi kemerdekaan, yakni firman-Nya yang penuh kejelasan dan pengharapan. Nasihat dari orang-orang yang mengenal Allah akan menolong kita untuk menerima dan menaati hikmat-Nya. Hikmat Allah takkan pernah menyesatkan, tetapi selalu menguatkan dan menuntun kita menuju keutuhan hidup di dalam Dia. —Winn Collier

Doa:
Tuhan, condongkanlah telinga dan hatiku kepada hikmat. Tolong aku agar terbuka terhadap kebenaran-Mu dan menolak sikap yang bebal.

sumber: warungsatekamu.org

silakan like, comment, share, dan subscribe YCI di:
web : YesusCintaIndonesia.com
Youtube : yesus cintaindonesia
FB : Yesus Cinta Indonesia
Twitter : Yesus cintaindonesia

Translate »