Kencan Dengan Tuhan
Senin, 1 Januari 2018

Bacaan: Roma 12:2 “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.”

Renungan:
Ada seorang ibu yang baru saja selesai membersihkan ikan tongkol dan mengambil garam untuk melumuri ikan tersebut sebelum digoreng. Tiba-tiba anaknya bertanya, “Bu, ikannya hidup di laut, tetapi saat digoreng masih juga dilumuri garam. Benar-benar aneh, kok dagingnya tidak asin ya bu?” Sang ibu pun turut berpikir. Kadar garam dalam laut itu cukup tinggi, harusnya daging ikannya menjadi asin. Ternyata pada insang ikan terdapat sel ioncytes yang berfungsi untuk memompa garam keluar dari tubuh ikan, sehingga daging ikan tidak asin sekalipun ia hidup di dalam laut.




Kita diciptakan Tuhan sebagai makhluk sosial. Itu sebabnya kita harus bergaul dengan siapa saja dan bila berada di dalam lingkungan yang baru, kita juga harus bisa beradaptasi sehingga kita dapat diterima dan disukai oleh orang-orang di lingkungan tersebut. Jika lingkungan itu adalah kumpulan orang-orang yang baik, maka tidak ada masalahnya. Tetapi, jika kita berada di tempat dan situasi yang orang-orangnya berperilaku tidak baik, apakah kita harus menyesuaikan diri dan mengikuti mereka? Tidak. Kita tidak perlu mengikuti gaya hidup mereka. Sebagaimana ikan yang memiliki sel ioncytes, seharusnya kita pun memiliki sel ioncytes tersebut untuk memompa keluar semua pengaruh buruk dari dunia ini. Sel ioncytes itu adalah firman Tuhan yang setiap hari kita baca. Firman Tuhan mengajarkan kita bagaimana hidup benar, sehingga sekalipun kita berada di lingkungan yang pergaulannya tidak benar, kita tidak akan terpengaruh.

Marilah di tahun yang baru ini, kita mulai hidup dalam kebenaran firman Tuhan agar firman Tuhan itu hidup di dalam hati kita dan menghalangi hal-hal buruk yang memengaruhi kita. Selamat Tahun Baru 2018. Tuhan memberkati.

Doa
Yesus, berikanlah pembaharuan dalam akal budiku sehingga aku mampu membedakan perbuatan mana yang harus kulakukan dan yang harus kuhindarkan. Jangan biarkan aku jatuh dalam dosa hanya untuk solider dengan teman tetapi membuat Engkau kecewa. Yesus, merajalah dalam hatiku. Amin. (Dod).

Translate »