Kencan Dengan Tuhan
Senin, 3 September 2018

Bacaan: Kis 20:28-29 “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri.
Aku tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu.”




Renungan:
Naluri alamiah domba adalah hidup dalam kawanan atau berkelompok. Ketika berhadapan dengan hal-hal yang menakutkan, domba-domba akan berkumpul bersama-sama berhimpit-himpitan atau bersama-sama lari dalam kepanikan. Menurut pengalaman seorang gembala domba, bila ada kelinci liar yang tiba-tiba melompat dari dalam semak-semak, maka kawanan domba secara serentak akan lari tunggang langgang.

Sifat alamiah domba yang hidup dalam kawanan seharusnya juga menjadi sifat orang-orang yang sudah ditebus oleh darah Yesus. Kita yang telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat seharusnya bersekutu bersama orang percaya lainnya. Mengapa kita harus hidup di dalam persekutuan bersama dengan orang-orang percaya lainnya?

Pertama, hidup di dalam kawanan domba Allah aman menjamin pertumbuhan kerohanian kita. Kedua, hidup dalam kawanan domba Allah mengajar kita untuk tidak hidup mementingkan diri sendiri. Ketiga, kawanan domba Allah membutuhkan kehadiran kita.

Marilah kita mulai untuk hidup dalam persekutuan dengan sesama pengikut Yesus, agar kita semakin dikuatkan dan kita dapat bertumbuh dalam hidup kerohanian yang baik dan dapat menjadi berkat bagi setiap orang yang belum mengenal Yesus. Tuhan memberkati.

Doa:
Yesus, ajarilah aku untuk dapat hidup dalam persekutuan bersama saudara seimanku, agar aku dapat bertumbuh menjadi pribadi yang dapat memberkati dunia ini. Amin. (Dod).

Translate »