Seorang dokter memeriksa penyakit seorang pasien yang bertabiat buruk.

“Bapak merasa tidak enak di bagian mana? Sudah mengalami gejala itu berapa lama?” tanya dokter serius.

Pasien itu malah menjawab dengan ketus, “Lho, Pak Dokter sudah menarik biaya periksa dan pengobatan dari saya begitu mahal, seharusnya Dokterlah yang berusaha mencari sebab-sebabnya, di bagian mana yang sakit, dan sudah berapa hari saya mengalaminya.”

Setelah berpikir sejenak, sang dokter berkata, “Baiklah. Tolong beri saya waktu sebentar untuk menghubungi teman saya. Dia seorang dokter hewan. Setahu saya, dialah satu-satunya dokter yang bisa melakukan diagnosis tanpa mengajukan pertanyaan apa pun kepada pasiennya.”

“Janganlah lekas-lekas marah dalam hati, karena amarah menetap dalam dada orang bodoh.” —Pengkotbah 7:9

sumber : humor.sabda.org/dokter_hewan

Translate »